Kamis, 25 Oktober 2012

"tanya"


Aku menundukan kepalaku,
Aku mengangguk-angguk, ya..terus mengangguk seperti burung pelatuk!!
Tak sampai sehirup udara, dahiku seketika  mengkerut
Ah..ada apa lagi? Mengapa harus berkerut?
Argh!! Ada “tanya”!
Lagi-lagi ada “tanya”!
“Tanya” ini sudah bunting besar!
Sebentar lagi...sebentar lagi anak kandungnya “ si pertanyaan” akan lahir...
Huh.......
 “si pertanyaan” malah menjadi-jadi...
Ia membelah diri..seperti amuba! Huh...lahir pertanyaan  baru lagi....
Mengapa ada tanya? Mengapa aku bertanya?
Mungkin karena aku bukan kera, hmm atau dulunya bukan kera..
Mungkin karena aku manusia, manusia “si mahluk bertanya”
Ya aku manusia ma- nu- si a- ha -ha -ha

Minggu, 07 Oktober 2012

Hidup kita hidup

Kawan..pernah kita berlari dibawah terik matahari
Disaat cucuran keringat memberi kekuatan diri...
Sempat juga kita menelanjangi malam
Dimana bulan malu, pilu metatap mata kita

Disuatu senja, rikala angin menyisir rambutmu,
Jejak langkahmu mulai memendek, detak jantungmu pun melambat!
Larut sudah kau dengan nyamannya dunia

Ah ayolah kawan, robek kenyamanan itu!!
Kita harus bergegas kawan, waktu ini mengejar tanpa henti...
Ayo kita berlari lagi, bergiat lagi!
Untuk diri ini, untuk hidup ini, untuk hari ini untuk esok sedikit berseri

dan untuk hidup yang adalah hidup

Jumat, 01 Juni 2012

Rayuan merdu "ateis praktis"


Kudengar senandung merdu untuk Tuhan,
Jejeran kata  nan teduh menggapai hamparan surga
Irama nada nan lembut mengayun-ayunkan sukma
Hampirku terhanyut bersama indahnya lagu itu

Perlahan kulebarkan bola mata,
Tersentak hatiku hampir tak percaya
Kata kata nan indah tak lebih dari rayuan
Hanya bualan..rayuan indah untuk Tuhan....
Bualan dari yang mengakui Tuhan, tanpa ketuhanan dalam keseharian
Ya memang...memang merdu rayuan si ateis praktis.....

tuhan- tuhan baru

Kuperhatian pohon-pohon besar menangis, ia cemburu!!
 Manusia yang membuatnya cemburu.....
 Batu-batu pun tampaknya pilu,
 Manusia lagi yang membuatnya pilu....
Tak lagi ada harum dupa dan kuncup jari terkatup menghadap pohon-pohon dan batu-batu
Jiwa –jiwa tak tergantung lagi pada pohon dan batu
 Dewa-dewi baru muncul dari nirwana baru ....
 Sesembahan baru memalingkan hati manusia
Kini manusia begitu dekat dengan Tuhannya,
Tuhan ada di tangannya...benda.... itu Tuhannya...
 Manusia hanya lah benda....jiwanya telah dipindahkannya…..

Jumat, 06 April 2012

Liarnya Realita

Perlahan lirikan mataku merayap mendaki gedung tinggi itu
Sebuah gedung tinggi dengan ujung lancip diatasnya..
Semakin kutatap terasa ia balik menatapku dengan garang
Seolah ia berkata "apa, apa kau lihat-lihat!!"
Ah!!!
Congkak betul gedung itu!!
Dengan Angkuhnya ia berdiri menantang sekitarnya...

Tak sampai sedetik tatapanku dirampas habis..habis
tak jauh dari gedung tinggi nan congkak sialan itu,
Kulihat jejeran gubuk-gubuk dekil kumal rapi, rapat, rapat betul!!
Lebih rapat dari barisan ibu-ibu, nenek-nenek tua mengantri Be-El-Te....


Imajinasiku sudah menyelusuk masuk ke dalam satu gubuk itu
Sudah pasti busuk baunya, coklat tanah lantainya atapnya??
Cuma seng bolong-bolong....Itu atapnya??

ya! ya ! ya!
Memang bagitu...Gedung tinggi si congkak sialan lawan gubuk dekil!
Liar betul memang realita ini..
Jijik mataku melihatnya..
Tapi memang begitu...dan akan selalu begitu!!!
Realita yang liar........