Jumat, 01 Juni 2012

Rayuan merdu "ateis praktis"


Kudengar senandung merdu untuk Tuhan,
Jejeran kata  nan teduh menggapai hamparan surga
Irama nada nan lembut mengayun-ayunkan sukma
Hampirku terhanyut bersama indahnya lagu itu

Perlahan kulebarkan bola mata,
Tersentak hatiku hampir tak percaya
Kata kata nan indah tak lebih dari rayuan
Hanya bualan..rayuan indah untuk Tuhan....
Bualan dari yang mengakui Tuhan, tanpa ketuhanan dalam keseharian
Ya memang...memang merdu rayuan si ateis praktis.....

tuhan- tuhan baru

Kuperhatian pohon-pohon besar menangis, ia cemburu!!
 Manusia yang membuatnya cemburu.....
 Batu-batu pun tampaknya pilu,
 Manusia lagi yang membuatnya pilu....
Tak lagi ada harum dupa dan kuncup jari terkatup menghadap pohon-pohon dan batu-batu
Jiwa –jiwa tak tergantung lagi pada pohon dan batu
 Dewa-dewi baru muncul dari nirwana baru ....
 Sesembahan baru memalingkan hati manusia
Kini manusia begitu dekat dengan Tuhannya,
Tuhan ada di tangannya...benda.... itu Tuhannya...
 Manusia hanya lah benda....jiwanya telah dipindahkannya…..