Aku menundukan kepalaku,
Aku mengangguk-angguk, ya..terus mengangguk seperti burung
pelatuk!!
Tak sampai sehirup udara, dahiku seketika mengkerut
Ah..ada apa lagi? Mengapa harus berkerut?
Argh!! Ada “tanya”!
Lagi-lagi ada “tanya”!
“Tanya” ini sudah bunting besar!
Sebentar lagi...sebentar lagi anak kandungnya “ si pertanyaan”
akan lahir...
Huh.......
“si pertanyaan” malah
menjadi-jadi...
Ia membelah diri..seperti amuba! Huh...lahir pertanyaan baru lagi....
Mengapa ada tanya? Mengapa aku bertanya?
Mungkin karena aku bukan kera, hmm atau dulunya bukan kera..
Mungkin karena aku manusia, manusia “si mahluk bertanya”
Ya aku manusia ma- nu- si a- ha -ha -ha